1. Korelasi antara rotasi impeller dan kecepatan aliran: Ketika fluida yang diukur mengalir melalui flowmeter turbin, gaya fluida menyebabkan impeller berputar. Menurut prinsip -prinsip mekanika fluida, dalam kondisi tertentu, kecepatan rotasi impeller berbanding lurus dengan kecepatan aliran rata -rata fluida dalam pipa. Ini karena semakin cepat kecepatan fluida, semakin besar efek mendorong pada impeller, menghasilkan rotasi impeller yang lebih cepat.
2. Induksi elektromagnetik menghasilkan sinyal pulsa: Bilah baling -baling magnetik dipasang pada impeller, dan perangkat induksi elektromagnetik, termasuk magnet permanen dan kumparan induksi, dipasang pada casing flowmeter. Ketika impeller berputar, bilah secara berkala memotong garis medan magnet yang dihasilkan oleh magnet permanen, menyebabkan fluks magnet dalam koil induksi mengalami perubahan periodik. Menurut hukum induksi elektromagnetik, perubahan fluks magnetik akan menginduksi sinyal potensial listrik yang berdenyut dalam koil, yang dikenal sebagai sinyal pulsa listrik.
3. Hubungan antara laju aliran dan frekuensi sinyal pulsa: Melalui analisis teoritis dan verifikasi eksperimental, frekuensi sinyal pulsa listrik berbanding lurus dengan laju aliran cairan yang diukur. Oleh karena itu, dengan mengukur frekuensi sinyal pulsa listrik, laju aliran fluida yang diukur dapat dihitung. Biasanya, dalam proses desain dan kalibrasi meter aliran turbin, koefisien proporsional yang akurat ditentukan untuk mengubah frekuensi pulsa menjadi nilai laju aliran aktual, sehingga mencapai pengukuran laju aliran fluida yang tepat.
Kami berspesialisasi dalam memproduksi flowmeter elektromagnetik, flowmeter jalanan vortex, flowmeter turbin, flowmeter massa gas hermal, rotameter tabung mtal, aliran orifice l meter , flowmeter ultrasonik, vermeter aliran erabar , flowmeter tipe target, indikator level agnetis m , differential pressurter, dll .